Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Ragam Pemeriksaan Payudara

Ragam Pemeriksaan Payudara@import url(http://kumpulan.info/css/tab.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swb.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swbct.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swbbk.css?v=71);(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Kumpulan.Info» RSS Feeds» Berlangganan Info Gratis via Email» Cari Info» Info IklanJumat, 6 September 2013  Kumpulan InfoKesehatanKecantikanFashionKulinerWisataKeluargaRumahHobiTeknologiUangKumpulan InfoKesehatanArtikel KesehatanRagam Pemeriksaan PayudaraRagam Pemeriksaan PayudaraRagam Pemeriksaan PayudaraMRI merupakan salah satu metode untuk memeriksa payudara untuk mendeteksi kelainan pada payudara.Periksa PayudaraMammografiUSGMRIPET ScanBiopsiSADARICetakSelasa, 30 Oktober 2012Topik: Kesehatan 

Kanker payudara (KPD) merupakan penyakit yang mengerikan yang membunuh banyak wanita. Salah satu penyebab tingginya kematian akibat kanker payudara adalah karena kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan pada payudara. Kebanyakan, penderita baru ke dokter atau rumah sakit setelah merasakan keluhan yang parah dan ternyata sudah mencapai stadium lanjut. Padahal, sudah dikembangkan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendapatkan hasil yang akurat dan menambah kenyamanan pasien saat melakukan pemeriksaan.

Bagikan di: Tweet Info Payudara LainnyaHadapi Kanker PayudaraInfo Kesehatan TerkaitMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiAtasi Masalah Payudara saat MenyusuiKenali Gejala Usus Buntu
Teknik Pemeriksaaan Payudara

Agar tidak segan melakukan pemeriksaan payudara, Anda perlu mendapatkan informasi tentang bagaimana pemeriksaan payudara biasa dilakukan dan kelemahannya. Berikut ini beberapa teknik pemeriksaan payudara yang dapat Anda temukan di rumah sakit.

 

Mammografi

Teknik mammografi merupakan teknik pemeriksaan yang paling populer yang digunakan untuk memeriksa payudara. Dianjurkan agar para wanita melakukan pemerikasaan mammografi setiap tahun, khususnya bagi wanita yang telah berumur 35 tahun keatas.

Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan penekanan pada area payudara kemudian menggunakan sinar X dengan radiasi yang sangat rendah untuk mendapatkan gambaran dari payudara. Deteksi yang dilakukan adalah mencari adanya pengapuran halus pada payudara yang dapat menjadi cikal bakal kanker payudara. Mammografi juga dapat mendeteksi lesi dalam ukuran yang sangat kecil yang tidak teraba.

Kelemahan mammografi adalah kurang sensitif jika digunakan untuk memeriksa wanita muda dengan payudara padat dan belum melahirkan. Selain itu, mammografi juga tidak bisa membedakan anatara lesi padat dan lesi cair. Jika demikian, maka perlu pemeriksaan USG untuk mendapatkan hasil yang tepat.

 

USG (Ultrasonografi)

Pada pemeriksaan dengan alat USG menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi kelainan pada payudara. USG dapat digunakan untuk memeriksa payudara pada wanita dengan usia kurang dari 30 tahun, pada wanita hamil dan menyusui yang tidak bisa dideteksi dengan tepat jika menggunakan Mammografi. Teknik ini juga dapat digunakan untuk memeriksa wanita yang menggunakan breast implant.

Salah satu kelemahan USG adalah sangat bergantung pada operator (operator dependent) untuk keakuratan hasilnya. Sedangkan, kelemahan lainnnya adalah tidak dapat mendeteksi pengapuran halus juga tidak dapat mendeteksi dengan akurat pada payudara yang didominasi lemak. Maka, pemeriksaan USG dan Mammografi dilakukan bersama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Penggunaan MRI merupakan teknik pemeriksaan yang paling akurat karena memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap benjolan kecil. MRI menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio.

Kelemahan dari pemeriksaan ini adalah biaya yang mahal dan waktu pemeriksaan yang lama. Maka, MRI biasa direkomendasikan jika ada kecurigaan adanya benjolan, benjolan tidak teraba data pada payudara implant.

 

PET-Scan

Pemeriksaan PET-Scan menggunakan zat radiofarmaka untuk mendapatkan gambar 3 dimensi berwarna dan digunakan untuk mendeteksi perubahan sel di dalam tubuh manusia. PET-Scan dapat memberikan informasi mengenai anatomi, metabolisme dan penyebaran sel kanker dalam tubuh.

Kelemahan PET-Scan adalah harga pengecekan yang sangat mahal. Sehingga teknik pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk skrining secara berkala. PET-Scan diperlukan penderita kanker untuk mengetahui bagaimana penyebaran kanker sehingga bisa diketahui keberhasilan suatu terapi atau pengobatan tertentu.

 

Biopsi

Metode biopsi adalah pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan dari benjolan yang dicurigai kanker untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop apakah terdapat sel kanker atau tidak.

Kelemahannya, biopsi menimbulkan luka. Teknik ini dilakukan jika ada suatu benjolan yang mencurigakan dan masih tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan lain, karena keakuratannya cukup baik untuk mendeteksi kanker payudara.

Hal lainnya yang memerlukan biopsi adalah jika perlu dilakukan operasi secepatnya karena adanya benjolan yang dicurigai sebagai kanker yang ganas.

 

SADARI

Selalu jaga kesehatan payudara Anda. Anda dapat juga melakukan pemeriksaan payudara sendiri (teknik SADARI) setiap hari. Namun akan lebih baik jika Anda dapat melakukan pemeriksaan payudara dengan teknologi yang lebih canggih. Periksa payudara Anda untuk mendeteksi kelainan yang jika diketahui sejak dini akan mempermudah proses kesembuhan dan menyelamatkan kehidupan penderita.


Bagikan dan sebarluaskan artikel ini: TweetDiggDiggJudul: Ragam Pemeriksaan Payudara
URL: http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/422-ragam-pemeriksaan-payudara.htmlAnda dapat berlangganan info gratis via e-mail. Silahkan klik link di bawah ini:
» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.InfoBerlangganan update terbaru Kumpulan.Info

Alamat e-mail:
Bergabung dengan kami di TwitterIkuti kami di Twitter
untuk info terkini

Info TerkaitInfo TerkiniInfo PopulerApa Sebenarnya Rematik Itu?Katarak dan Operasi PenyembuhanBeri ASI Eksklusif Meski BekerjaPilih Jenis Bantal yang TepatMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiKenali Gejala Usus BuntuApa Sebenarnya Rematik Itu?Lima Prinsip agar Perkawinan SuksesRaja Ampat - Surga TersembunyiMengenal Asam UratMengatasi Sakit Gigi dan Gigi BerlubangTips Mengendalikan KolesterolMengatasi Tekanan Darah Tinggi atau HipertensiMengatasi Sakit Jantung dan Serangan Jantung

TERPOPULER MINGGU INIKanker Serviks Pembunuh Banyak WanitaKenali Penyakit Paru-ParuCandi BorobudurAlpukat Buah Serbaguna dan Kaya ManfaatManfaat Buah Apel Kata pencarian ke halaman ini:
harga mri payudara, info periksa payu dara, kelemahan mammografiKumpulan Info | About Kumpulan Info | Hubungi Kami | Info IklanCopyright © 2007-2013 Kumpulan Info. All Rights Reserved.


View the original article here



Peliculas Online

Atasi Masalah Payudara saat Menyusui

Masalah Payudara saat MenyusuiAtasi Masalah Payudara saat MenyusuiBerbagai masalah pada payudara selama masa menyusui dapat diatasi salah satunya dengan terus berpikiran positif.Masalah Payudara saat MenyusuiPuting datar / terbenamPuting lecetPayudara bengkakCetakSabtu, 10 November 2012Topik: Kesehatan 

Pada masa kehamilan dan menyusui, payudara menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Melalui organ inilah, bayi mendapatkan makanan yang paling bernutrisi untuk perkembangan fisik maupun pikirannya yang mempengaruhi masa depannya. ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi. Maka, merawat dan mengatasi masalah payudara selama masa menyusui perlu dilakukan demi memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta.

Bagikan di: Tweet Info ASI LainnyaMakanan Sehat untuk BayiBeri ASI Eksklusif Meski BekerjaInfo Kesehatan TerkaitMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiRagam Pemeriksaan PayudaraHadapi Kanker Payudara
Masalah Payudara

Anda pasti berniat untuk memberikan yang terbaik untuk bayi mungil Anda, termasuk mengikuti anjuran untuk memberikan ASI. Tetapi, masa awal menyusui dapat menjadi masa yang sangat sulit. Beberapa kendala pada payudara membuat menyusui menjadi kegiatan yang menyiksa bagi ibu dan dapat membuat ibu menyerah untuk menyusui bayinya. Jangan cepat berputus asa. Masalah-masalah yang umum terjadi saat menyusui dapat diatasi jika Anda mempunyai keinginan kuat untuk menyusui buah hati Anda.


Puting Datar atau Terbenam Kendala Puting Datar atau Puting Terbenam Beberapa wanita memiliki payudara dengan masalah seperti ini. Bentuk seperti ini dapat menjadi masalah pada saat menyusui. Putting yang terbenam membuat bayi sulit untuk menyusu sehingga bayi dapat menolak saat disusui karena kesulitan mendapatkan ASI.

Rasa percaya diri bahwa sang ibu tetap dapat menyusui adalah modal utama untuk mengatasi masalah ini. Anda dapat mencoba menyusui bayi dengan cara menggendongnya pada posisi yang tepat sehingga bayi mudah menyusu. Isapan bayi dapat membantu mengeluarkan putting payudara yang terbenam. Mengatasi Puting Datar atau Puting Terbenam Beberapa alat bantu yang dapat digunakan untuk mengeluarkan puting adalah dengan menggunakan pompa manual untuk menarik puting atau menggunakan alat suntik tanpa menggunakan jarum untuk menarik puting.


Puting Lecet Kendala Puting Lecet Adalah hal biasa yang dialami ibu saat awal menyusui. Rasa sakit karena gigitan bayi dan puting yang menjadi retak terasa sangat menyakitkan dan dapat membuat ibu tidak mau memberikan ASI. Mengatasi Puting Lecet Yang harus diperhatikan pada masalah ini adalah cek terlebih dahulu apa penyebab lecet atau sakit pada payudara ibu. Apakah lecet karena adanya infeksi atau bukan. Penyebab umum payudara terasa sakit adalah karena puting yang kering dan membentuk retakan-retakan. Jika bukan karean infeksi, Anda tidak perlu memberikan salep atau obat-obat tertentu. Cukup oleskan ASI pada puting.

Untuk mencegah puting menjadi kering dan pecah, sebaiknya jangan menggunakan sabun saat membersihkannya dan jangan menggosok terlalu keras saat menggunakan handuk atau kain. Hal tersebut dapat menghilangkan minyak alami yang berguna untuk menjaga kelembapan payudara.

Selanjutnya, perhatikan bagaimana pelekatan mulut bayi pada payudara ibu saat bayi menyusu. Usahakan agar yang diisap oleh bayi bukan hanya puting, tetapi mulut mungil bayi juga harus meliputi areola (bagian kecoklatan di sekitar puting). Dengan teknik pelekatan yang tepat, putting ibu tidak akan terluka akibat isapan bayi sekaligus merangsang produksi ASI.

Payudara Bengkak Kendala Payudara Bengkak Akibat banyaknya produksi ASI, payudara sering menjadi bengkak dan terasa sakit. Bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan peradangan pada payudara atau yang juga disebut mastitis dan dapat menyebabkan berkurangnya ASI yang dihasilkan.

Salah satu penyebab payudara menjadi bengkak adalah karena pelekatan bayi yang tidak sempurna saat menyusui, terlambat waktu untuk menyusui atau pengosongan payudara yang tidak optimal. Mengatasi Payudara Bengkak Untuk mengatasi masalah ini, ibu hendaknya menyusui bayi tanpa dijadwalkan, artinya biarkan bayi menyusu sesukanya. Jika bayi sudah tidak mampu untuk menyusu, ibu dapat memerah ASI dengan menggunakan tangan atau pompa ASI untuk mengosongkan payudara dan menyimpan ASI hasil perahan.

Dengan tekad yang kuat dan pikiran positif, ibu dapat dengan sukses memberikan ASI pada buah hatinya. Rasa sakit biasanya hanya bersifat sementara, karena biasanya setelah beberapa minggu, payudara akan kembali normal dan tidak terasa sakit. Anda pun akan merasakan bahagianya dapat menyusui bayi mungil Anda. Ya, berbagai masalah pada payudara selama masa menyusui dapat diatasi dan dengan terus berpikiran positif dapat membantu ibu mengatasi masalah ini.

Mastitis, Sakit Payudara saat Menyusui



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 29 Juli 2012

Ibu Menyusui Jarang Terkena Kanker Payudara

BANDUNG — Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara.
“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung.
“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya.
Ia menjelaskan, jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu dimana hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh. Dikatakannya, bahwa dalam jangka waktu tersebut, risiko ibu terkena kanker payudara berkurang.
Meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari risiko kanker payudara.
Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita. “Laki-laki itu juga punya kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang seperti perempuan,” katanya lagi.
Risiko pria terkena kanker payudara adalah sebesar 1 persen. Gejala-gejala yang timbul pada pria yang terkena kanker ini serupa dengan wanita, seperti munculnya benjolan di payudara dan keluar cairan dari puting.
Umumnya gejala kanker payudara pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan dengan wanita. “Kalau ada benjolan pada payudara lelaki akan lebih mudah terlihat, karena payudara mereka tidak berkembang seperti perempuan,” tambahnya.
- ant/ahi ::republika::