Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Atasi Masalah Payudara saat Menyusui

Masalah Payudara saat MenyusuiAtasi Masalah Payudara saat MenyusuiBerbagai masalah pada payudara selama masa menyusui dapat diatasi salah satunya dengan terus berpikiran positif.Masalah Payudara saat MenyusuiPuting datar / terbenamPuting lecetPayudara bengkakCetakSabtu, 10 November 2012Topik: Kesehatan 

Pada masa kehamilan dan menyusui, payudara menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Melalui organ inilah, bayi mendapatkan makanan yang paling bernutrisi untuk perkembangan fisik maupun pikirannya yang mempengaruhi masa depannya. ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi. Maka, merawat dan mengatasi masalah payudara selama masa menyusui perlu dilakukan demi memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta.

Bagikan di: Tweet Info ASI LainnyaMakanan Sehat untuk BayiBeri ASI Eksklusif Meski BekerjaInfo Kesehatan TerkaitMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiRagam Pemeriksaan PayudaraHadapi Kanker Payudara
Masalah Payudara

Anda pasti berniat untuk memberikan yang terbaik untuk bayi mungil Anda, termasuk mengikuti anjuran untuk memberikan ASI. Tetapi, masa awal menyusui dapat menjadi masa yang sangat sulit. Beberapa kendala pada payudara membuat menyusui menjadi kegiatan yang menyiksa bagi ibu dan dapat membuat ibu menyerah untuk menyusui bayinya. Jangan cepat berputus asa. Masalah-masalah yang umum terjadi saat menyusui dapat diatasi jika Anda mempunyai keinginan kuat untuk menyusui buah hati Anda.


Puting Datar atau Terbenam Kendala Puting Datar atau Puting Terbenam Beberapa wanita memiliki payudara dengan masalah seperti ini. Bentuk seperti ini dapat menjadi masalah pada saat menyusui. Putting yang terbenam membuat bayi sulit untuk menyusu sehingga bayi dapat menolak saat disusui karena kesulitan mendapatkan ASI.

Rasa percaya diri bahwa sang ibu tetap dapat menyusui adalah modal utama untuk mengatasi masalah ini. Anda dapat mencoba menyusui bayi dengan cara menggendongnya pada posisi yang tepat sehingga bayi mudah menyusu. Isapan bayi dapat membantu mengeluarkan putting payudara yang terbenam. Mengatasi Puting Datar atau Puting Terbenam Beberapa alat bantu yang dapat digunakan untuk mengeluarkan puting adalah dengan menggunakan pompa manual untuk menarik puting atau menggunakan alat suntik tanpa menggunakan jarum untuk menarik puting.


Puting Lecet Kendala Puting Lecet Adalah hal biasa yang dialami ibu saat awal menyusui. Rasa sakit karena gigitan bayi dan puting yang menjadi retak terasa sangat menyakitkan dan dapat membuat ibu tidak mau memberikan ASI. Mengatasi Puting Lecet Yang harus diperhatikan pada masalah ini adalah cek terlebih dahulu apa penyebab lecet atau sakit pada payudara ibu. Apakah lecet karena adanya infeksi atau bukan. Penyebab umum payudara terasa sakit adalah karena puting yang kering dan membentuk retakan-retakan. Jika bukan karean infeksi, Anda tidak perlu memberikan salep atau obat-obat tertentu. Cukup oleskan ASI pada puting.

Untuk mencegah puting menjadi kering dan pecah, sebaiknya jangan menggunakan sabun saat membersihkannya dan jangan menggosok terlalu keras saat menggunakan handuk atau kain. Hal tersebut dapat menghilangkan minyak alami yang berguna untuk menjaga kelembapan payudara.

Selanjutnya, perhatikan bagaimana pelekatan mulut bayi pada payudara ibu saat bayi menyusu. Usahakan agar yang diisap oleh bayi bukan hanya puting, tetapi mulut mungil bayi juga harus meliputi areola (bagian kecoklatan di sekitar puting). Dengan teknik pelekatan yang tepat, putting ibu tidak akan terluka akibat isapan bayi sekaligus merangsang produksi ASI.

Payudara Bengkak Kendala Payudara Bengkak Akibat banyaknya produksi ASI, payudara sering menjadi bengkak dan terasa sakit. Bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan peradangan pada payudara atau yang juga disebut mastitis dan dapat menyebabkan berkurangnya ASI yang dihasilkan.

Salah satu penyebab payudara menjadi bengkak adalah karena pelekatan bayi yang tidak sempurna saat menyusui, terlambat waktu untuk menyusui atau pengosongan payudara yang tidak optimal. Mengatasi Payudara Bengkak Untuk mengatasi masalah ini, ibu hendaknya menyusui bayi tanpa dijadwalkan, artinya biarkan bayi menyusu sesukanya. Jika bayi sudah tidak mampu untuk menyusu, ibu dapat memerah ASI dengan menggunakan tangan atau pompa ASI untuk mengosongkan payudara dan menyimpan ASI hasil perahan.

Dengan tekad yang kuat dan pikiran positif, ibu dapat dengan sukses memberikan ASI pada buah hatinya. Rasa sakit biasanya hanya bersifat sementara, karena biasanya setelah beberapa minggu, payudara akan kembali normal dan tidak terasa sakit. Anda pun akan merasakan bahagianya dapat menyusui bayi mungil Anda. Ya, berbagai masalah pada payudara selama masa menyusui dapat diatasi dan dengan terus berpikiran positif dapat membantu ibu mengatasi masalah ini.

Mastitis, Sakit Payudara saat Menyusui



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 29 Juli 2012

Posisi menyusui yang benar

Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar
Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).

Pembentukan dan Persiapan ASI

Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan
sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam.

Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1. Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
2. Puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.
3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi.

Ibu Menyusui Jarang Terkena Kanker Payudara

BANDUNG — Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara.
“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung.
“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya.
Ia menjelaskan, jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu dimana hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh. Dikatakannya, bahwa dalam jangka waktu tersebut, risiko ibu terkena kanker payudara berkurang.
Meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari risiko kanker payudara.
Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita. “Laki-laki itu juga punya kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang seperti perempuan,” katanya lagi.
Risiko pria terkena kanker payudara adalah sebesar 1 persen. Gejala-gejala yang timbul pada pria yang terkena kanker ini serupa dengan wanita, seperti munculnya benjolan di payudara dan keluar cairan dari puting.
Umumnya gejala kanker payudara pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan dengan wanita. “Kalau ada benjolan pada payudara lelaki akan lebih mudah terlihat, karena payudara mereka tidak berkembang seperti perempuan,” tambahnya.
- ant/ahi ::republika::

Sabtu, 28 Juli 2012

Beberapa posisi menyusui yang benar

Posisi menyusui
Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan persiapan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.
1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk.