Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Makanan Sehat untuk Bayi

Makanan Sehat untuk Bayi@import url(http://kumpulan.info/css/tab.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swb.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swbct.css?v=71);@import url(http://kumpulan.info/css/swbbk.css?v=71);(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Kumpulan.Info» RSS Feeds» Berlangganan Info Gratis via Email» Cari Info» Info IklanJumat, 6 September 2013  Kumpulan InfoKesehatanKecantikanFashionKulinerWisataKeluargaRumahHobiTeknologiUangKumpulan InfoKesehatanArtikel KesehatanMakanan Sehat untuk BayiMakanan Sehat untuk BayiMakanan Sehat untuk BayiBayi membutuhkan makanan terbaik untuk perkembangan tubuhnya.Makanan BayiMakanan bayi alamiBahaya makanan instantMakanan bayi sehatBuahBuburASICetakSelasa, 24 Juli 2012Topik: Kesehatan 

Untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhannya, bayi membutuhkan asupan yang sehat, berupa makanan maupun susu yang diminumnya. Hal ini berlaku setelah bayi berumur lebih dari 6 bulan, mengingat sejak lahir hingga usia 6 bulan, sebaiknya orang tua memberikan asupan ASI ekslusif. Sebagai orangtua, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Tetapi, karena kurangnya informasi, asupan yang diberikan untuk si kecil dapat merusak kesehatan si kecil. Sudahkah Anda memberi makanan bayi dan susu yang terbaik untuk bayi Anda?

Bagikan di: Tweet Info ASI LainnyaAtasi Masalah Payudara saat MenyusuiBeri ASI Eksklusif Meski BekerjaInfo Kesehatan TerkaitMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiKenali Gejala Usus BuntuKatarak dan Operasi Penyembuhan
Makanan Bayi Alami

Setelah selesai dengan ASI ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan, maka bayi mulai diberikan makanan tambahan. Tentulah makanan yang dibutuhkan haruslah yang terbaik. Bayi membutuhkan banyak makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk pertumbuhannya.

Makanan sehat untuk bayi haruslah makanan yang alami, artinya makanan yang bebas dari zat pengawet, zat pewarna, penyedap rasa dan bumbu-bumbu instan buatan. Namun, karena kesibukan, makanan instant yang praktis sering menjadi pilihan. Ditambah iklan-iklan yang tampil menarik yang memberi kesan makanan instant menyehatkan. Agar tidak salah memberi asupan untuk si kecil, informasi tentang makanan tepat untuk bayi perlu dicari tahu lebih banyak.

 

Bahaya Makanan Instant

Munculnya makanan instant terjadi pada Perang Dunia II. Makanan instant menjadi solusi mengatasi antrean panjang untuk mendapatkan makanan yang terjadi pada saat itu. Kala itu, makanan berfungsi untuk mempertahankan kehidupan tanpa memperhatikan kandungan gizi yang diperlukan tubuh. Maka, jika Anda memberikan makanan instant, apakah makanan tersebut benar-benar baik yang cukup untuk memenuhi gizi anak Anda?

Makanan instant umumnya mengandung unsur-unsur yang tidak alami. Adanya proses pembuatan dan penyimpanan makanan yang membutuhkan waktu membuat makanan menjadi tidak fresh dan menghilangkan kandungan gizi. Belum lagi jika makanan instant tersebut mengandung zat pengawet, pewarna atau zat lain yang tidak alami Jika untuk orang dewasa saja zat makanan tersebut berbahaya, terlebih lagi untuk seorang bayi.

 

Makanan Bayi Sehat

Berikut ini makanan yang wajib menjadi makanan bayi agar tetap sehat:

Buah-buahan

Buah-buahan menjadi makanan pertama yang sangat baik untuk bayi yang mulai makan. Alasannya karena buah dapat dimakan tanpa dimasak, sehingga gizi dan enzim yang terkandung di dalamnya dapat diperoleh dengan utuh karena tidak melalui proses pemanasan yang dapat mengurangi zat gizi yang ada di dalamnya. Gizi dan enzim alami mudah diserap oleh tubuh, Maka, sangat cocok untuk bayi yang mulai makan dan mencerna makanan untuk pertama kalinya.

Bubur bayi

Agar terpenuhi zat gizinya, Anda dapat membuat sendiri makanan untuk si kecil. Setelah berusia 6 bulan, bayi Anda akan mulai belajar makan. Berikan makanan yang alami, seperti karbohidrat yang didapat dari bubur saring, protein hewani yang didapat dari daging merah atau daging ikan, protein nabati, seperti yang terdapat pada kacang kedelai serta sayuran hijau. Makanan yang diberikan untuk bayi, tidak perlu ditambahkan garam atau gula, apalagi penyedap atau pewarna sintetis.

ASI

Sebagai penyempurna, bayi membutuhkan susu yang merupakan minuman wajibnya. Susu terbaik untuk bayi adalah ASI atau Air Susu Ibu, karena itu merupakan susu yang benar-benar alami. Dibandingkan dengan susu formula yang kelihatannya dapat memenuhi kebutuhan si kecil, ASI jauh lebih baik.

Pada awalnya, susu formula khusus diberikan untuk bayi yang ibunya meninggal dalam perang sehingga bayi-bayi tersebut tidak bisa mendapatkan susu dari ibunya lagi Tetapi, kini susu formula banyak diberikan untuk bayi, padahal dalam penggunaannya, susu formula harus diperlakukan seperti obat. Artinya, harus dengan resep dokter, ada aturan pakai, dan durasi penggunaannya. Hal ini karena penggunaan susu formula dapat menimbulkan efek samping, layaknya penggunaan obat. Efek samping yang umum terjadi adalah diare akibat susu formula yang tidak cocok.

Susu formula yang mengklaim paling baik atau susu formula semahal apapun, tidak ada yang sebanding dengan kandungan gizi yang terdapat pada ASI. Pada ASI terdapat zat gizi yang sangat lengkap dan dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan bayi. Maka, upayakan untuk memberikan ASI pada buah hati Anda. ASI secara ekslusif, tanpa makanan dan minuman lainnya, diberikan pada bayi hingga berusia 6 bulan. ASI bisa terus diberikan hingga usia 2 tahun.

Makanan instant atau susu formula dapat menimbulkan efek samping bagi bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna. Berikan makanan bayi yang terbaik untuk buah hati tercinta Anda dengan memberikan makanan alami seperti buah, bubur, dan yang terpenting ASI agar pertumbuhan bayi optimal.


Bagikan dan sebarluaskan artikel ini: TweetDiggDiggJudul: Makanan Sehat untuk Bayi
URL: http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/414-makanan-bayi-sehat.htmlAnda dapat berlangganan info gratis via e-mail. Silahkan klik link di bawah ini:
» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.InfoBerlangganan update terbaru Kumpulan.Info

Alamat e-mail:
Bergabung dengan kami di TwitterIkuti kami di Twitter
untuk info terkini

Info TerkaitInfo TerkiniInfo PopulerBerbahayakah Kuning pada Bayi?Makanan Mengandung KarbohidratApa Sebenarnya Rematik Itu?Ragam Pemeriksaan PayudaraPilih Jenis Bantal yang TepatMastitis, Sakit Payudara saat MenyusuiKenali Gejala Usus BuntuApa Sebenarnya Rematik Itu?Lima Prinsip agar Perkawinan SuksesRaja Ampat - Surga TersembunyiMengenal Asam UratMengatasi Sakit Gigi dan Gigi BerlubangTips Mengendalikan KolesterolMengatasi Tekanan Darah Tinggi atau HipertensiMengatasi Sakit Jantung dan Serangan Jantung

TERPOPULER MINGGU INIKanker Serviks Pembunuh Banyak WanitaKenali Penyakit Paru-ParuCandi BorobudurAlpukat Buah Serbaguna dan Kaya ManfaatManfaat Buah Apel Kata pencarian ke halaman ini:
bubur bayi alami, kesan bubur bayi, artikel kesehatan makananKumpulan Info | About Kumpulan Info | Hubungi Kami | Info IklanCopyright © 2007-2013 Kumpulan Info. All Rights Reserved.


View the original article here



Peliculas Online

Bunga untuk Semangat Bekerja

Bunga untuk Semangat BekerjaBunga untuk Semangat BekerjaBunga di ruang kerja dapat memperbaiki mood bekerja.Bunga di ruang kerjaMawar merahAnggrekAnyelirLiliTulipCetakRabu, 11 Juli 2012Topik: Rumah 

Bunga selalu menjadi hal yang wajib pada sebuah dekorasi karena keindahannya. Kecantikan dan keharuman merupakan ciri dari bunga. Selain memanjakan mata, kehadiran bunga dapat mempengaruhi suasana hati seseorang. Banyak orang, terutama wanita menyukai bunga. Tidak heran, jika bunga sering menjadi hadiah pada hari-hari spesial. Tidak hanya untuk kekasih atau keluarga, rangkaian bunga juga dapat dijadikan hadiah untuk rekan bisnis atau teman kantor. Jika Anda ingin membeli atau menghadiahkan rangkaian bunga untuk teman Anda, tentu perlu untuk mengetahui bunga apa yang tepat untuk diberikan agar dapat memberikan kesan yang baik.

Bagikan di: Tweet Info Interior LainnyaDesain Kamar MandiMemilih Gorden yang Tepat untuk Rumah AndaMerawat Furnitur dari RotanInfo Rumah TerkaitSegarkan Rumah dengan TamanPercantik Ruangan dengan Tanaman IndoorDesain Kamar Bayi

Kesibukan aktivitas di tempat kerja serta ruangan kerja yang umumnya tidak terekspos sinar matahari merupakan kendala bagi tanaman termasuk bunga. Maka, perlu memperhatikan karakteristik bunga agar tanaman ini dapat bertahan lebih lama sebagai hiasan di ruang kerja Anda termasuk di ruang kantor. Bunga yang biasa menjadi dekorasi ruang kerja atau kantor adalah bunga yang mudah dalam perawatan, tidak terlalu membutuhkan sinar matahari dan tahan lama.


 

Mawar Merah

Mawar merahMerupakan bunga yang paling banyak dicari dan dijadikan sebagai dekorasi ruangan. Bunga mawar merah sering menjadi lambang cinta karena kesan romantis yang dimilikinuya. Warna merah serta keharumannya sangat mencolok. Kehadiran bunga mawar merah akan menggairahkan, menghangatkan, meningkatkan detak jantung dan pernapasan sehingga menambah semangat untuk bekerja.


 

Anggrek

AnggrekSifat bunga anggrek yang tidak boleh terkena matahari langsung sangat cocok untuk menjadi hiasan di kantor yang umumnya jarang terkena sinar matahari. Selain itu, tidakah sulit untuk merawat bunga ini. Cukup lakukan penyiraman 2-3 hari sekali.


Bunga anggrek yang biasa ditujukan sebagai hiasan di kantor adalah bunga anggrek bulan yang memiliki warna kuning yang cantik, Warna kuning ini dipercaya dapat menstimulasi ingatan dan membantu meningkatkan semangat di kantor.


 

Anyelir

AnyelirBentuknya yang bulat yang terdiri dari kelopak-kelopak bunga merupakan hal yang menarik dari bunga anyelir. Bunga anyelir memiliki beberapa variasi warna yaitu warna merah, putih, merah muda, kuning dan hijau. Bunga ini cocok dipilih sebagai hadiah untuk rekan bisnis dan diletakkan di kantor karena memiliki kesegaran yang lama.


 

Lili

LilyBunga lili memiliki kelopak dengan ukuran besar. Berwarna putih yang merupakan lambing kesucian dan kelopak yang hanya beberapa melambangkan hal yang simple. Kehadirannya di pojok ruangan dapat memberikan rasa tenang, damai dan meredakan kemarahan.


 

Tulip

TulipBunga yang identik dengan negara Belanda ini memiliki bentuk yang unik. Bunga tulip memiliki beberapa jenis warna. Ungu merupakan salah satu warna dari bunga tulip yang sering dipakai dalam rangkaian bunga. Warna ungu sangat baik untuk memperbaiki mood karena dapat menjadi penyeimbang, memberikan ketenangan, meredakan kegelisahan, stress dan depresi.


Cek Finansial untuk Kesehatan Keuangan

Cek Finansial untuk Kesehatan KeuanganCek Finansial untuk Kesehatan KeuanganTidak ada salahnya mengecek kondisi kesehatan keuangan Anda agar bisa mengambil langkah yang tepat untuk pengelolaan keuangan Anda.Cek KeuanganLangkah awal cek finansialRasio keuanganRekomendasi keuanganCetakSelasa, 18 Desember 2012Topik: Keuangan 

Pernahkah Anda melakukan cek finansial? Kebanyakan dari kita tidak pernah melakukannya. Padahal, cek seperti ini penting agar dapat segera mengetahui apakah ada masalah pada keuangan Anda dan dapat segera ditangani. Jika Anda belum pernah melakukan pemeriksaan seperti ini, informasi berikut dapat menjadi gambaran bagaimana cek finansial dilakukan? Sudah sehatkah keuangan Anda?

Bagikan di: Tweet Info Manajemen Keuangan LainnyaLima Langkah Mencapai ImpianMengatasi Masalah KeuanganInfo Keuangan TerkaitHidup Tenang sesuai PenghasilanInvestasi Kondotel, Apakah Menguntungkan?Investasi Rumah dengan KPR

Kumpulan.info - Cek kesehatan finansial bertujuan untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari keuangan kita dibanding dengan standar keuangan yang ideal. Walaupun, cek finansial penting untuk memperbaiki keuangan Anda, namun kesadaran untuk melakukan pengecekan seperti ini masih langka di Indonesia.


Idealnya, pemeriksaan seperti ini harus dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Paling baik jika bisa dilakukan 3 kali dalam setahun. Cek kesehatan finansial disarankan segera dilakukan apabila ada perubahan besar yang menyangkut keuangan Anda dan keluarga, misalnya karena menikah, pindah kerja, terkena PHK atau kematian.


 

Langkah Awal Cek Finansial

Langkah awal yang dilakukan saat cek finansial adalah Anda diharuskan mengisi formulir untuk mendapatkan data dari klien. Data yang harus dicatat antara lain:

Penghasilan Pada bagian penghasilan, akan diminta untuk menuliskan penghasilan rutin seperti gaji bulanan, penghasilan yang diperoleh sesekali seperti THR (Tunjangan Hari Raya) atau bonus. Pengeluaran Semua jenis pengeluaran harus dicatat secara rinci dan detail. Mulai dari pengeluaran rutin bulanan yang bersifat pasti seperti uang sekolah anak, iuran kebersihan, listrik, telepon, dll. Begitu juga dengan pengeluaran tahunan. Semua pengeluaran dalam jumlah kecil juga harus dicatat. Aset Berupa semua aset atau harta yang Anda miliki. Aset dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Pertama, aset lancar (misal: jumlah tabungan di bank, logam mulia, dll), aset tidak lancar (misal: rumah, tanah, dll), aset investasi (misal: reksadana, obligasi, tabungan pensiun), dan aset konsumsi (misal: mobil, motor, dll). Utang Adalah kewajiban yang Anda miliki. Misalnya, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KPM (Kredit Pemilikan Mobil), KTA (Kredit Tanpa Agunan), hutang kartu kredit atau hutang bukan kepada lembanga keuangan seperti hutang kepada keluarga, kerabat atau teman. Tujuan Keuangan Anda akan diminta menuliskan apa tujuan keuangan Anda. Misalnya, untuk dana pendidikan anak, menabung untuk pensiun, menikah, dll.

 

Pemeriksaan Rasio Kesehatan Keuangan

Setelah mendapatkan data-data diatas akan terlihat apakah keuangan Anda sehat atau tidak. Beberapa perbandingan utama yang menjadi dasar untuk menilai keuangan klien sehat adalah:

Rasio Likuiditas Perbandingan harta lancar dengan pengeluaran rutin > 1 Rasio Menabung Perbandingan Menabung untuk investasi dengan penghasilan rutin > 10% Rasio Utang Perbandingan utang dengan penghasilan rutin < 30%

 

Rekomendasi Keuangan

Apabila hasil pemeriksaan keuangan Anda terlihat tidak sehat, perencana keuangan akan membantu untuk menyelesaikan dengan melihat apa yang menyebabkan keuangan Anda tidak ideal.


Misalnya jika Anda berutang barang-barang konsumtif melebihi kemampuan, maka dianjurkan Anda dapat berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Contoh lain misalnya banyaknya hutang dan bunga yang harus dibayar, penyelesaiannya Anda harus melunasi utang, terutama membayar utang yang memiliki bunga paling besar. Kasus lain, misalnya jika Anda terlalu banyak memiliki kartu kredit dan banyak transaksi konsumtif dengan menggunakannya, disarankan Anda menutup kartu kredit yang ada dengan hanya menyisakan satu kartu kredit dengan limit yang kecil atau tidak menggunakan kartu kredit sama sekali.


Memeriksa kesehatan keuangan merupakan salah satu cara agar Anda tidak terlibat masalah keuangan yang akan memperumit kehidupan Anda.


 

Gizi Penting untuk Bayi usia 6 – 12 bulan

Makanan yang bergizi sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya karena itu makanan sangat penting bagi bayi. Ibu perlu mengenal piramida makanan, makin ke atas makin kecil porsi yang dikonsumsi oleh bayi. Berikut urutan piramida makanan mulai dari urutan terbawah hingga urutan teratas :

Sumber karbohidrat : nasi, sereal, roti, jagung, dll dikonsumsi 1 – 3 kali dalam sehari @ 1 mangkuk kecil.Sumber zat pengatur : sayuran dan buah, dikonsumsi 1 – 2 kali sehari @ 25 – 50 gram.Sumber protein : ASI dikonsumsi 2 – 3 kali dalam sehari. Sumber protein lainnya seperti paha bawah ayam kampong, telur, daging, kacang-kacangan, tahu, tempe serta ikan dapat dikonsumsi 1 – 3 kali dalam sehari.

Catatan : ASI adalah sumber utama karbohidrat, lemak dan protein untuk bayi.

Jumat, 27 Juli 2012

4 Manfaat Mendengar Musik untuk Si Kecil

Manfaat musik tidak sebatas untuk bayi baru lahir. Di hari-hari berikutnya, musik dapat dijadikan sebagai bagian hidup si kecil. Perdengarkanlah musik, sedikitnya tiga kali sehari. Di waktu pagi saat bangun tidur, pengantar tidur siang setelah lelah bermain, hingga sebagai senandung pengantar tidur.
Mendengarkan musik tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, tapi juga kesehatan mental dan perkembangan otak atau kognitifnya. Berbasis penelitian, sejumlah ahli menyebutkan bukti-bukti manfaat mendengar musik untuk anak:

1. Meningkatkan kemampuan motorik.

Penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, menyatakan, bayi (bahkan janin) yang mendengarkan musik, perkembangan detak jantung dan fisiknya menjadi lebih baik. Irama musik terbukti mampu menstimulus bayi untuk senang bergerak. Respons ini tentunya membantu perkembangan fisik bayi, dalam hal kekuatan, koordinasi dan kontrol motoriknya.
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Masih menurut Logan, musik bisa membantu perkembangan otak bayi dalam menerima informasi. Kemampuan ini kelak memengaruhi keterampilannya dalam berkomunikasi.
Pakar Neuroscience, Dr Dee Joy Coulter, yang juga penulis buku Early Childhood Connection: The Journal of Music and Moment-Based Learning, mendukung pernyataan ini. Menurut Coulter, permainan yang melibatkan musik akan cepat meningkatkan keterampilan berbahasa anak sekaligus cepat menambah kosakatanya. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu mengorganisasikan ide serta cepat memecahkan masalah.
3. Memiliki pencernaan lebih baik.
Bayi yang terekspos musik akan memiliki pencernaan lebih baik karena rasa rileks yang diterimanya. Dampaknya, efisiensi metabolismenya meningkat dan akhirnya pertambahan berat badannya lebih baik.
4. Meningkatkan kemampuan matematika.
Menurut hasil penelitian psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, ada kaitan erat antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi. Juga keterampilan di bidang sains, ketika kelak anak sudah bersekolah. Musik juga mampu meningkatkan inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebanyak 46 persen dibanding anak-anak yang tidak terekspos musik.
(Nakita/Utami Sri Rahayu)