Tampilkan postingan dengan label Dengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dengan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juli 2012

Berbahayakah Pemeriksaan Kehamilan dengan USG?


 

Saat ini telah banyak spesialis kandungan yang melengkapi diri dengan fasilitas USG. Di hampir semua Rumah Sakit telah menyediakan pemeriksaan ini. Klinik kebidanan pun juga banyak yang menyediakan pelayanan dengan dokter spesialis kandungan.Untuk memantau perkembangan janin dalam rahim perlu dilakukan pemeriksaan dengan alat yang akurat. Maka salah satu yang digunakan adalah USG. Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan USG adalah metode yang digunakan oleh dokter untuk memotret atau merekam gambar hidup janin dalam kandungan.Ada sebagian kalangan yang mengatakan bahwa USG dapat berbahaya bagi pertumbuhan janin. Mereka mencoba untuk berteori bahwa gelombang yang dipancarkan oleh alat tersebut ke dalam rahim ibu akan menembus organ-organ janin, sehingga apabila terlalu sering di-USG maka dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya sebagaimana pancaran gelombang sinar X, sinar a, sinar ?, sinar laser dan sebagainya. Benarkah ? Hal tersebut sangatlah tidak benar dan boleh dikatakan salah alamat. Arti Ultrasonografi secara harfiah itu sendiri adalah pengambilan gambar dengan gelombang suara ultra. Melalui penggunaan frekuensi gelombang suara tinggi (20.000 Hertz) yang telah dipantulkan ke tubuh, maka Anda dapat melihat gambaran rahim dan isinya dalam bentuk informasi gambar (sonogram) yang dapat dilihat pada layar monitor. Sehingga jawabannya adalah USG aman dilakukan untuk bayi dalam kandungan dan juga ibu karena gelombang suara tidaklah berbahaya.Pemeriksaan USG dilakukan untuk tujuan, antara lain:c) Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungand) Mengetahui akan adanya ancaman kegugurane) Mengetahui lokasi dan ukuran plasentaf) Mengetahui jumlah janin dalam kandungang) Mengukur jumlah janin dalam kandunganh) Mengetahui kelainan letak janini) Mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandunganPada saat pemeriksaan USG dokter akan memberikan gel yang akan ditaruh diatas perut Anda, yang berfungsi sebagai pengantar suara, dan dengan sebuah alat yang akan digerak-gerakkan diatas perut dengan bantuan gel itu, sehingga akan menghasilkan gambaran bayi di layar monitor USG.Sekarang ini dengan kemajuan teknologi sudah mulai digunakan pula USG 3D dan USG 4D. Fungsinya sama dengan USG biasa. Hanya saja USG 3D dan USG 4D menilai lebih detail dan lebih akurat, karena dapat melihat dalam bentuk ruang atau 3 dimensi, sedangkan USG 4D juga dapat menilai gerak.Penggunaan USG 3D dan USG 4D biasanya dilakukan oleh dokter jika ada kemungkinan janin mengidap kelainan atau riwayat penyakit tertentu pada rahim ibu sehingga harus diamati secara detail. Tapi tidak salahnya juga apabila Anda menjadikannya untuk kepentingan yang lain.Perlu Anda mengetahui bahwa pemeriksaan USG yang dilakukan pada awal kehamilan hanya dapat dilakukan saat kandung kencing penuh sehingga rahim terangkat naik dan dapat dilihat jelas di layar monitor. Untuk itu sebelum pemeriksaan, Anda sebaiknya minum banyak air putih atau menahan sebentar kencing sampai pemeriksaan USG selesai. Pemeriksaan USG hanya memerlukan waktu 5 – 10 menit. (Ensiklopedia Calon Ibu, Buku Pintar kehamilan & Persalinan.).

Bantu Rangsang Kemampuan Motorik Anak Dengan Bermain

Tak perlu khawatir jika anak-anak sangat suka bermain. Sebab, menurut psikolog Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, bermain merupakan salah satu cara anak untuk belajar. “Dengan bermain anak-anak bisa mengenali berbagai kondisi lingkungan di sekitarnya, dan juga belajar berbagai macam hal, termasuk sosialisasi,” ungkap Anna, dalam acara “Wall’s Cool Weekend Selection” di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Selain meningkatkan kemampuan sosialisasi dan mengasah kreativitas anak, bermain juga bisa mengasah kemampuan koordinasi saraf motorik dan kemampuan kognitif anak. Secara umum, kemampuan ini bisa diasah dengan melakukan berbagai aktivitas yang dilakukan di luar dan dalam rumah. Hal ini membuat anak jadi lebih santai, dan belajar dengan cara yang menyenangkan.


Permainan dan aktivitas di luar dan dalam ruangan diakui Anna sama pentingnya, hanya saja memiliki pengaruh dan fungsi rangsangan yang berbeda pada anak. Bermain di dalam ruangan akan membantu anak merangsang koordinasi saraf motorik halus mereka. Motorik halus berhubungan dengan kemampuan fisik yang melibatkan otot kecil, dan koordinasi antara mata dan tangan.


“Di dalam ruangan, gerakan untuk melakukan sesuatu pasti lebih terbatas, sehingga aktivitas yang dilakukan adalah yang agak tenang seperti main puzzle, atau bermain balok,” tukasnya.


Namun, tidak berarti aktivitas yang lebih aktif tidak bisa dilakukan di dalam rumah. Biasanya, Anda akan langsung marah ketika melihat anak-anak berlari-lari di dalam rumah. Sebaiknya, jangan selalu melarang mereka untuk aktif di dalam rumah. Anna mengungkapkan, aktivitas fisik yang aktif seperti itu justru akan membantu melatih anak mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, dan melatih keseimbangan tubuhnya agar tidak memecahkan berbagai perabot di rumah. Namun, kontrol dan pengawasan pada aktivitas anak tetap harus dilakukan oleh orangtua.


Sementara itu, aktivitas di luar rumah sifatnya membantu anak melatih kemampuan koordinasi motorik kasar. Motorik kasar membantu anak-anak untuk melatih koordinasi antara kaki dengan tubuh, mata dengan telinga, dan lain sebagainya. Kemampuan koordinasi motorik kasar membuat anak-anak jadi lebih lincah dalam aktivitas fisik. Misalnya bermain bola, memanjat pohon, atau permainan rakyat seperti petak umpet, petak jongkok, atau gobak sodor. Perkembangan saraf motorik kasar yang baik akan membantu anak-anak untuk lebih aktif, daya tahan tubuh lebih kuat, serta memiliki tubuh yang lentur.


“Bermain petak jongkok bisa membantu koordinasi anak untuk berlari menghindari ‘musuh’, atau melatih daya ingatnya tentang siapa yang kalah. Selain itu, juga membantu melatih kemampuan kognitif anak untuk memikirkan cara dan strategi untuk menang, dan membantu kemampuan sosialisasi mereka dengan teman lainnya,” pungkas Anna.


Source :Kompas.com


Untuk Menambah Koleksi Mainan Edukatif anak Kunjungi


Mainan Anak


Mainan Edukatif